Subunit 1
Peranan Sekolah Dasar sebagai Sistem Sosial
Lingkungan sekolah secara keseluruhan merupakan suatu sistem yang terdiri dari sejumlah variable dan factor utama yang dapat diidentifikasi sebagai budaya sekolah, dan politik sekolah, dan kurikulum formal dan bidang study.
Adapun variable dan factor sekolah sebagai system sosial itu antara lain :
Kebijakan dan politik sekolah
Dengan era KTSP sekarang ini kebijakan dan pilitik sekolah sangat menentukan ke arah mana anak didik akan dikembangkan potensinya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memikliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada TYME, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. disesuaikan dengan potensi anak Kebijakan dan politik sekolah yang bernuansa khas dan unggul dapat dikembangkan oleh sekolah itu secara terencana dan berkelanjutan.
Budaya sekolah dan kurikulum yang tersembunyi
Budaya yang berlangsung disekolah dan kurikulum yang tersembunyi sangat menentukan kepribadian yang dikembangkan pada lingkungan sekolah. Keunikan budaya sekolah dapat dibaca sebagai keunggulan komparatif.
Gaya belajar dan sekolah
Gaya belajar siswa hendaknya diperhitungkan oleh sekolah dalam pembuatan kebijakan dan dalam menciptakan gaya sekolah itu dalam menciptakan kondisi belajar yang nyaman dan akrab dengan kondisi siswa. Tentu tidak sama gaya sekolah perkotaan dengan gaya sekolah pedesaan.
Bahasa dan dialek sekolah
Bahasa dan dialek sekolah disini berkaitan dengan bahasa dan dialek yang digunakan di sekolah dimana sekolah itu berada. Disadari atau tidak akan mempengaruhi budaya anak didik. Didalam lingkungan sekolah yang peserta didiknya berbeda suku jelas akan membutuhkan penyesuaian siswa didalam memahami dialek bahasa yang digunakan dilingkungan sekolah tersebut karena siswa akan saling bekerjasama dengan baik apabila dapat berkomunikasi dengan baik sehingga secara langsung siswa yang bersangkutan akan terpengaruh dengan dialek bahasa yang dipakai dilingkungan sekolah tersebut.
Partisipasi dan input masyarakat
Partisipasi dan input masyarakat ikut menentukan arah kebijakan dan iklim sekolah yang akan dikembangkan. Peranan komite sekolah sangat bervariasi ditiap-tiap sekolah dasar. Bila kesadaran masyarakat akan pendidikan tinggi dan komite sekolah dipimpin oleh orang yang berwawasan pendidikan yang baik, maka sekolah itu akan banyak mendapat bantuan dari masyarakat, baik dana maupun pemantauan ke arah pengembangan sekolah kedepan. Selain masyarakat selalu tumbuh dan berkembang, ia memiliki identitas atau karakteristik tersendiri sesuai dengan sosial budaya dan latar belakang sosial ekonominya. Identitas dan perkembangan masyarakat tersebut sedikit banyak akan berpengaruh terhadap sekolah. Pengaruh tersebut baik dalam orientasi dan tujuan pendidikan maupun proses pendidikan itu sendiri.
Dalam orientasi dan tujuan pendidikan jelas sedikit banyak akan diwarnai oleh masyarakatnya mengingat sekolah merupakan lembaga masyarakat, sekolah berada ditengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu wajar bila kurikulum sering diadakan perubahan dan tujuan pendidikan rumusannya mengalami perubahan mengingat keadaan masyarakat memang berkembang dan berubah pula.
Program penyuluhan/konseling
Program bimbingan dan penyuluhan/konseling akan berperan membantu mengatasi kesulitan belajar pada anak, baik itu anak yang mengalami kelambatan belajar maupun anak yang memiliki bakat khusus. Persoalan yang dihadapi guru sangat realistis, bahwa dalam kelasnya, dalam mata pelajaran terdapat indeks perbedaan kemampuan belajar siswa. Baik dipengaruhi factor genetic, lingkungan belajar maupun pengalaman belajar sebelumnya. Bagaimana menghadapi siswa dengan kemampuan belajar tinggi. Siswa-siswa dengan tingkat kemampuan tinggi memilki permintaan perlakuan belajar berbeda dari lainnya. Demikian pula siswa-siswa dengan tingkat kemampuan rendah, yang menuntut perilaku berbeda, karena mereka punya hak yang sama untk memperoleh kompetensi sesuai yang telah disepakati melalui perumusan kurikulum. Petugas penyuluhan dapat memberikan masukan kepada kepala sekolah tentang bakat terpendam dari siswa asuhnya.
Prosedur asesmen dan pengujian
Memang saat ini, kita belum bisa melakukan prosedur asesmen dan pengujian sendiri untuk mata peajaran yang di ujikan dalam UAN, namun kita bisa mengembangkan pada mata pelajaran yang bukan termasuk dalam UAN.
Materi pembelajaran
Materi pelajaran pada sumua bidang studi atau bidang yang paling cocok dapat memasukan materi budaya dalam pembelajaran. Kurikulum formal dan bidang studi perlu memasukan pendidikan multicultural itu sebagai bidang studi tersendiri. Perlu ada bidang studi pendidikan multicultural tersendiri disekolah dasar untuk lebih mengenalkan budaya secara lebih terencana, terorganisir dan matang, bukan sekedar dititipkan pada materi yang ada pada bidang studi yang lain.
Gaya dan strategi mengajar
Gaya dan strategi mengajar guru akan turut menentukan pendidikan anak didiknya. Sebab Proses pembelajaran akan lebih bermakna dan mudah dipahami siswa apabila seorang guru kaya akan model gaya dan straregi mengajar. Seperti halnya pada setiap bidang studi yang diajarkan yang mana setiap bidang studi tersebut diselipkan konsep multicultural untuk diajarkan kepada peserta didik, sehingga disini dibutuhkan kecakapan dan kreatifitas guru untuk menciptakan gaya dan strategi mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Guru yang sedang mengajar anak didiknya tentunya sarat dengan nilai budaya artinya seorang pengajar itu harus belajar dan terus belajar agar dia tidak ketingalan zaman, ia harus bisa mengikuti perkembangan yang ada dimasyarakat sehingga problem-problem yang terjadi masyarakat dan perkembangan budaya dimasyarakat dapat diketahui sehingga bekal tersebut dapat ia transfer ke peserta didik. budaya yang Dia memiliki ideology dan nilai-nilai budaya yang diperoleh sepanjang hidupnya. Hal ini tentunya sangat mewarnai gaya dan strategi mengajar yang digunakan disekolah.
Sikap, persepsi, kepercayaan dan perilaku staf sekolah
Sikap, persepsi, keercayaan dan perilaku staf sekolah juga mempengaruhi kinerja sekolah. Seluruh staf yang mendukung pembelajaran akan sangat membantu menciptakan kondisi pembelajaran yang diinginkan dan begitu juga sebaliknya. Bila staf sekolah berbicara dengan tatakrama yang baik dan sopan maka anak didik juga akan dibiasakan menggunakan itu disekolah dan pada gilirannya menggunakannya dirumah dan masyarakat.hal ini berarti staf sekolah perlu dipilih dan diangkat dari orang yang mengerti dan mendapat bekal pendidikan yang sesuai. Staf sekolah bukan sekedar berurusan dengan benda mati seperti kertas, penggaris, alat tulis atau tanaman yang ada disekolah, namun bergaul dengan seluruh komponen sekolah. Sikap sinis dan tidak perduli dari staf sekolahakan sangat mempengaruhi kinerja sekolah. Untuk perlulah memilih orang yang benar-benar cocok untuk profesi itu.
Ringkasan
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
tentang
Peranan Sekolah Dasar sebagai Sistem Sosial
O
L
E
H
Kelompok 13
Aswar saputra (070 210 204 023)
Edwin (070 210 204 024)
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar